Diberdayakan oleh Blogger.

Photo by Arthur Manuputty

Even Sail Banda Dorong Pertumbuhan Ekonomi Intim


URIMESING KAMP | Kamis, 22/7/2010 |


Jakarta, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir Jero Wacik mengatakan suksesnya penyelenggaraan even Sail Banda 2010 diharapkan akan dapat mendorong tumbuhnya perekonomian Indonesia bagian timur.
”Selama ini wilayah tersebut sangat tertinggal dibanding Indonesia bagian barat yang relatif sudah maju, baik pembangunan infarstruktur maupun pariwisata dan pembangunan ekonominya,” katanya di Kementerian Budpar Jakarta, Kamis (22/7).
Dengan adanya even Sail Banda, hotel-hotel, pelabuhan, bandara dan jalan sudah dibangun, sehingga Sail Banda 2010 itu merupakan permulaan dibukanya akses ke Timur Indonesia. Jangan sampai selesai even semua selesai, penerbangan yang sudah banyak dan hotel terisi penuh selama berlangsung even bisa berlanjut.
Untuk itu dia meminta semua pihak untuk terus mempromosikan daerah sekitar agar wisatanya lebih banyak datang ke sana, sehingga apa yang telah diinvestasikan untuk menghadapi even terhenti sampai disana.
Dengan demikian, investasi yang telah tertanam disana, bisa untung dan dana yang diinvestasikan bisa kembali dalam hitungan waktu tidak begitu lama, sedangkan terkait dengan akses ke Maluku dan daerah sekitarnya, sebenarnya sudah terbuka.
Bandaranya sudah berstandar internasional, tinggal bagaimana bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin karena rumus penerbangan itu kalau banyak turis datang kesana penerbangan akan ditambah.
Kalau tadinya penerbangan satu kali sehari dan tujuh kali satu minggu bisa ditambah menjadi dua kali sehari. Namun sebaliknya, kalau sepi, yang semula penerbangan satu kali sehari bisa hanya dua hari sekali dan selanjutnya seminggu sekali dan lama kelamaan bisa tidak ada lagi penerbangan kesana.
Karena itu, pemda setempat bersama pemangku kepentingan perlu terus melakukan promosi dan membuat even menarik setelah Sail Banda ini agar wisatawan terus berdatangan tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga dari mancanegara.
Sementara kepada masyarakat Indonesia, Menbudpar Jero Wacik mengimbau untuk mendatangi objek wisata yang ada ditanah air, karena sungguh banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi, tidak perlu berwisata ke negara lain.
“Karena itu hanya akan membuang devisa, apalagi daerah seperti Maluku yang terdiri atas pulau dengan pantai dan lautnya yang indah dan tidak ada duanya di dunia, untuk itu harus dikunjungi,” katanya.
Terhadap kunjungan wisata yang datang jangan dikuatirkan akan merusak lingkungan termasuk binatang langka, karena telah diadakan bimbingan mana yang boleh dibuat dan dijadikan cindramata dan mana yang tidak boleh.
”Karena diakui banyak kerang langka yang hanya ada di Maluku dan itu perlu dijaga bersama dan kita akan arahkan pembuatannya pada kerang yang populasi banyak,” katanya.

Sumber: Kominfo